Untuk Mu Anakku - Bayu Muhammad Fajar, Itu nama yang kuberikan kepada mu. Sebagai ayahmu aku bangga ketika kamu lahir nak...., kamu anak pertamaku , saat itu dini hari malam senin tanggal 25 Mei 1998 ketika ibumu mulai merasakan sakit melahirkanmu aku jemput dukun bayi, perlu kamu tau nak saat itu aku tidak punya dana untuk membawamu kerumah sakit uangku sudah habis buat membantu yang lain... nak aku tau Allah pasti memberikan jalanNya dan solusinya yang terbaik.... lahirlahkamu subuh itu diiringi gejolak hatiku yang sangaaaaat.. bangga.. aku sudah jadi ayah.... aku sudah jadi bapak... ingin kukabarkan kesemua orang aku sudah jadi ayah......... bangga bangga dan bangga begitulah aku... Allah terimakasih atas pemberianmu..... aku beri nama kamu Bayu ("Bandung Indramayu") Muhammad (karna saat itu aku gandrung kepada rosulNya ingin kulihat dia) Fajar (karna kamu lahir saat jam 6 pagi perjuangannya dari fajar subuh).
Anakku aku tidak tahu kalau kemudian Allah akan memberikan ujian yang berat kepadamu, saat usia mu 9 bulan kamu terkena panas tinggi 4 kali sudah matamu berbalik... panas badanmu sangat tinggi , kata orang pintar yang hadir saat itu katanya kamu sudah hampir mati.. menghadapNya.... sempat bapakmu ini yang tak tau diri berdo'a memaksa kepada Allah... " yaa Allah aku mohon biarkan anakku tetap hidup .. aku mohon ya Allah ..... apapun keadaannya akan kuterima "...
Keadaannya kemudian kamu terlambat berjalan, terlambat bicara dan terlambat membaca... banyak hal yang lain kamu terlambat anakku... bahkan kemudian kamu diketahui terkena penyakit langka..... Bapak sangat kaget saat diberi tau kalau kamu akan lumpuh selamanya.... bahkan usiamu hanya akan sampai masa remaja saja... bapak sangat kaget .. perlu kamu tahu anaku air mata bapakmu ini sudah tidak mampu lagi mengalir saat itu... seperti mimpi disiang bolong... untaian kalimat dokter bapak rasakan seperti cerita sinetron saja..... hati bapak luluh... hilang seperti hilangnya sejuta harapan ingin membesarkan Mu dengan penuh prestasi... untuk diberikan kepada umat... dan bangsa... ini....Bapak sampaikan keibumu....... dan mulai saat itu kamu melemah dan melemah.. Bapak ingat kamu mulai tidak bisa berlalri... tahun berikutnya kamu tidak bisa mengangkat kedua tanganmu dengan utuh ... tahun berikutnya kamu tidak mampu lagi berdiri... anakku sungguh aku katakan tidak ada lagi air mata yang bisa tertumpah... rasanya sudah habis air mata ayahmu ini... tak ada lagi penyesalan.. tentang hidup.. tak ada lagi cita-cita aku merasakana seprtinya hidupmu sudah berakhir......sampai disini.... tetapi aku kaget dan kagum kepada mu anaku ternyata kamu tetap bangga, sabar.. dan menerima ketentuanNya... , kamu tetap mau berbagi ditengan kelemahanmu kamu masih mendahulukan adikmu atau yang lain kalau kamu bapak beri maianan atau makanan.. tak pernah sepotong kata keluar dari mulutmu marah kepada bapak mu ini selama lima tahun terakhir masa-masa sakitmu... anaku kelak setelah kamu tiada bapak baru menyadari betapa berharganya kamu... betapa bersyukur Bapak mu ini pernah merawat titipanNya. bersama dengan mu 14 tahun lamanya bersama orang yang sebaik dan sesabar kamu... yaa Allah terimalah amal ibadah anakku walaupun tidak sempurna sebagaimana ibadah hambaMu yang lain. Ditengah sakitmu dan doamu kepada Allah keinginanmu untuk sembuh seperti anak-anak yang lain..... , anaku bapak tau pada akhirnya kamu menerima takdir Allah terhadap dirimu .. bahkan disaat terakhir hayatmu napas demi naps yang keluar satu-satu dari paru-parumu yang sudah lama melemah, bahkan obat yang tak mampu terdistribusi dengan baik kesekujur tubuhmu.. membuat tanganmu telah lebih dahulu mati kamu makin berat dan payah... kamu masih sempat mengikuti ibumu membaca dua kalimat syahadat.... " Ashadu allaaa ilaaha ilallah wa ashadu anna muhammadurrosuululllaaah " sungguh anaku ini kebanggaan untuk Mu dari ayahmu yang takmungkin diganti dengan duniawi " aku bangga pernah bersama dengan mu..... kamu rido pada ketentuan Allah..
Selamat jalan anaku... kamu telah ridlo kepada Allah dan diapun pasti akan ridlo kepadamu masuklah dalam golongan hamba Allah dan tunggulah bapak dan ibumu dipintu SurgaNya nanti... mudah mudahan bapak bisa berbuat yang terbaik untuk bertemu dengan mu... selamat jalan anaku ridlo Allah jauh lebih baik dari keinginanmu untuk sembuh... Dia telah memilihkan jalan yang terbaik bagi hambanya yang juga baik.... ,
Engkau memamng telah tiada anaku.. tetapi semangat perjuangan... pengorbanan.. kepasrahaanmu akan tetap menjadi inspirasi untuk bapakmu yang tak tau diri ini sampai akhir hayat menjempu ku nanti....
Yaa Allah izinkan aku bertemu dengannya dalam keadaan ridlo dan diridloi sebagai ayah dan anak yang bertemu dan berpisah karna keridloanMu amiin "Rabbi auzi'ni anasykuro ni'matakallatiii yaa arhamaarroohimiiin"
Indramayu, 8 April 2012
Ade Noordin, S.Pd.I, M.Si.
Demikian kisah hidup Untuk Mu Anakku yang penuh pelajaran hidup dan penuh makna ini semoga bermanfaat buat anda semuanya.
Description: Untuk Mu Anakku Rating: 4.5

Tidak ada komentar:
Posting Komentar